Selasa, 22 Mei 2018

Kenangan

Semilir angin ternyata tidak hanya memunculkan gerah. Siang ini aku membuktikannya. Ada perasaan yang sepertinya pernah aku rasakan sebelumnya. Dejavu mungkin, tapi ini lebih seperti sesak yang pernah mendera, dulu. Aaah, betul. Itu adalah kenangan. Karena tiba-tiba saja wajahmu hadir di hampir seluruh sudut dimana aku memandang. Bahkan tutup botol air mineral ini membentuk wajahmu. Seperti hal yang aneh, namun biasa saja. Toh aku pernah melihat yang lebih bajingan dari sekedar tutup botol. Aku pernah melihat wajahmu di selembar tisu toilet. Marah? Boleh saja, tapi itu tidak akan merubah apapun.

Siang ini dahaga seakan benar-benar pada puncaknya. Memang manusia itu tidak pernah puas. Selalu minta lebih meski sudah berlebihan. Namun dahaga ini berbeda. Botol  bertutup wajahmu pun tidak bisa menghilangkannya. Lalu semuanya menjadi hitam padahal jam masih menunjukkan detik ke tiga puluh tiga pada pukul dua lebih enam belas menit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar