Jumat, 20 April 2018

Es Teh, Riwayatmu Dulu


Setiap orang yang pernah hidup di pulau Jawa pasti minum Es Teh. Satu minuman wajib yang dipesan kalau sedang cangkruk di Surabaya. Apalagi kalau sehari-hari gumbulnya sama Mahasiswa yang senengnya mangkal di warung kopi di dekat kampus. Okelah kalau mau bahas sesuatu mulai dari hal paling gak penting sampai hal yang menentukan masa depan pasti mereka ngajak ngopi, meskipun pesennya ya Es Teh. Lalu kenapa tulisan ini gak bahas Ngopi atau Nyangkruk aja? Kan enak tuh bisa bahas siapa yang sukanya diajak ngopi tapi gak diseriusin, eh. Ndak ah. Tulisan itu nanti saja. Buat bahan selanjutnya.

Jadi gini, Es teh itu bisa dibilang hal paling ajaib loh. Gak percaya? Di deket tempatmu sekarang ada warung kopi? Atau angkringan Lah minimal. Pesen es teh gih. Udah? Kalau udah tunggu bentar sampek dinginnya es batu menyebar ke seluruh gelas dari atas sampek bawah. Diaduk kalau perlu. Kalau udah cepet diminum ya. Keburu dinginnya ilang malah gak kerasa nanti enaknya. Kalau udah, dan ini beneran kamu lakuin, selamat. Kamu sudah berhasil mengikuti tutorial minum es teh yang gak penting. Hihihi.

Engga yang tadi bercanda. Yang seriusan yang ini. Jadi, saya bisa bilang es teh itu ajaib karena setiap kamu minum es teh apalagi itu pas siang lagi terik, kamu bakal ngerasa dahagamu ilang. Tapi tunggu, begitu itu es teh kamu habiskan sekali tegukan niscaya dahaga yang kamu rasakan bakal kerasa lebih menyiksa dua kali lipat. Gak percaya? Silahkan lakukan tutorial seperti diatas. Wkwkwk

Es Teh itu labil. Dia bakalan lebih manis ketika kamu pesan siang hari pas cuaca lagi panas-panasnya. Hanya sedikit warung kopi yang menyajikan es teh yang konsisten manisnya siang dan malam. Entah ini merupakan strategi pemasaran es teh atau bukan, tetapi itu nyata. Es Teh siang hari selalu lebih manis dibandingkan malam hari. Padahal orang yang bikin sama. Hebat? Ajaib? Gak Blas!!!

Ini sedikit penelusuran saya dalam hal per’esteh’an yang sudah saya mulai sejak kepikiran tema ini.

Menurut Wikipedia, Es teh atau Teh es adalah teh yang didinginkan dengan es batu. Es teh seringkali ditambahkan rasa seperti melati, dan buah-buahan seperti limun, ceri, dan arbei, atau susu. Es teh adalah minuman yang sering diminum saat siang hari karena suhu udara yang panas. Di warteg, es teh sering diminum selain air dingin. Teh tarik adalah contoh dari es teh. Selain itu, beberapa merek juga menyediakan es teh, seperti Teh Botol, Frestea, dan Nu Green Tea.

Gokil, sampai-sampai wikipedia juga bikin review tentang es teh. Pertanda keajaiban gak tuh.

Teh sendiri diyakini berasal dari daratan Cina. Disana ditemukan catatan dari pemerintahan Dinasti Han pada tahun 221 – 8 SM. Saat itu teh sudah mulai diolah dan diproses, meskipun secara sederhana, untuk dijadikan minuman. Kebanyakan lebih sebagai campuran minuman kesehatan sih, ditambah jahe dan ramuan lainnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jauh sebelum catatan tersebut ditulis, teh sendiri sudah digunakan sebagai obat dengan cara mengunyah daun teh untuk mendapatkan rasa yang menyenangkan dari sari daun teh. Mungkin ini yang menjadikan budaya minum teh melekat dan identik dengan kebudayaan Cina, meskipun banyak negara di berbagai penjuru dunia mengklaim bahwa budaya minum teh sebagai budaya mereka.

Pada awalnya Masyarakat Eropa hanya mendengar kisah bahwa di daratan timur ada satu minuman yang berasal dari daun dan mulai membicarakan fenomena tersebut. Sampai kemudian muncul Jesuit Father Jasper de Cruz yang menulis artikel tentang teh pada tahun 1560 setelah dia secara personal menjumpai tanaman tersebut. Perjalanan teh ke Eropa tidak lepas dari adanya hubungan perdagangan antara Portugis dengan saudagar Cina yang mengembangan jalur perdagangan dan mulai mengkapalkan teh ke pelabuhan Lisbon sehingga akhirnya teh menjadi semakin populer di Eropa, termasuk juga Belanda. Nah, sepertinya disini nih salah satu alasan mengapa negara-negara di Eropa mulai melakukan ekspansi ke dunia timur. Untuk mendapatkan rempah dan sumber daya alam yang tidak dimiliki negara mereka. Ya salah satunya Belanda yang sampai juga di Nusantara yang pada akhirnya menjadi Indonesia. Indonesia yang memiliki Kontur tanah yang cocok untuk menanam teh.

Mungkin kalian akan mengira Belanda masuk ke Nusantara untuk urusan teh? Salah besar. Awalnya malah ada seorang berkebangsaan Jerman bernama Andrean Cleyer yang membawa Camellia Sinesis (Tanaman penghasil teh) untuk ditanam sebagai tanaman hias. Iya, tanaman hias. Seorang Rahib bernama F. Valentijn mengaku pernah melihatnya di pekarangan rumah Gubernur Jenderal VOC, Camphuys, di Batavia. Percobaan penanaman Teh dalam skala luas baru dimulai pada tahun 1827 di Wanayasa, Purwakarta dan Lereng Gunung Raung, Banyuwangi. Percobaan ditempat tersebut tergolong berhasil, dan tahun 1828 mulai dibangun perkebunan skala besar di Jawa dan pada saat pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Van den Bosch, teh menjadi bagian Cultuurstelsel. Teh kering dari Jawa tercatat didistribusikan ke Amsterdam pada 1835. Dan setahun setelahnya mulai dilakukan swastanisasi perkebunan teh.

Pada masa sekarang ini Indonesia menjadi negara terbesar ke 7 yang memproduksi teh di dunia. Industri teh pun mulai banyak menemukan pasarnya. Mulai dari teh kering, teh celup, teh kemasan, dan es teh. Itu semua tidak terlepas dari jasa Bangsa Portugis yang memiliki koneksi dengan Bangsa Cina sehingga Teh pada akhirnya bisa sampai ke Indonesia dan kita bisa menikmati segarnya es teh di siang hari. Terimakasih Bangsa Portugis.

Kalau kamu mengira tulisan ini bermanfaat, terimakasih. Karena saya tidak ingin memberi pengetahuan lebih kepadamu. Sekali lagi saya hanya ingin menuturkan apa yang ada dalam pikiran saya. Hahaha

Senin, 16 April 2018

Empat Syarat Lima Sempurna untuk Menikah


Menikah adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu maka kejombloan diatas dunia harus dihapuskan. Sebab tidak sesuai dengan prikeperasaan dan prikeprihatinan. Wkwkwk

Semua orang pasti menginginkan memperoleh pasangan sesuai yang diinginkannya. Bahkan tidak sedikit mereka yang tidak hanya “ingin”, namun sudah sampai “bercita-cita” untuk Menikah (mungkin yang ini karena saking lamanya tidak bersentuhan dengan lawan jenis kali ya). Banyak yang gagal Menikah karena masih belum siap hidup berumah tangga. Banyak juga yang belum Menikah karena terhalang restu calon mertua. Atau juga ada yang tidak Menikah karena jodohnya mati sejak dalam kandungan (ini sih cuma pembenaran biar hati bisa nerima kalo emang nasibnya dia jomblo seumur hidup, xixixi). Namun faktanya memang banyak yang belum Menikah disebabkan terlalu banyak yang harus dipikirkan baik itu dari segi bibit, bebet, dan bobot calon pasangannya.

Seperti yang kita yakini dalam ajaran islam bahwa syarat Menikah itu harus ditimbang matang-matang empat aspek yang wajib dimiliki oleh calon pasangan. Bukan karena kenapa-kenapa. Tapi memang tuntunan dari Baginda Nabi Muhammad SAW adalah jika kita laki-laki ingin Menikah dengan perempuan yang kita inginkan, hendaknya kita Menikah karena empat hal. Yaitu Hartanya, Keturunanya, Kecantikannya, dan Agamanya. Kelanjutan hadits tersebut adalah maka jika kamu sekalian memilih karena agamanya, sungguh kamu adalah orang yang beruntung. Tetapi percayalah kasih, empat hal tersebut diatas jika ditarik ke zaman millennial, zaman now, niscaya beruntung saja tidak cukup. Bahkan bisa dibilang empat sebab diatas masih belum sempurna jika tidak ada sebab kelima dalam sebuah perkawinan. Hal yang kelima itu adalah “nafsu”.

-eh gimana, gimana? Kok nafsu?
Jadi Kekasih, seperti ini penjelasannya. Jerengjeenggggg.
1.     Karena Agama
Seperti yang dijelaskan dalam hadits, jika anda sekalian ingin menjadi orang yang beruntung, Menikah lah dengan kekasihmu dari agama yang sama. Tugasmu hanyalah meminta restu calon mertuamu, menyiapkan mahar, serta tetek bengek urusan perkawinan pada umumnya yang mungkin paling minimalis dan tidak boleh tidak ada dalam pesta perkawinan sesederhana apapun itu, yaitu electone beserta biduan yang harus mau menerima request lagu “Ditinggal Rabi”(Ini karena memang ditinggal Menikah itu pedih, Jenderal!!). Bayangkan jika anda-anda sekalian tidak mempertimbangkan agama calon pasangan sebelum Menikah. Mau Menikah beda agama? Berapa duit yang mau anda sekalian keluarkan? Tau sendiri negeri kita tercinta ini sedikit ribet mengenai urusan Menikah tidak satu keyakinan. Mau Menikah di luar negeri? Berapa duit yang mau anda sekalian keluarkan untuk beli tiket pesawat dan akomodasi di luar sana? Maka sungguh anda sekalian termasuk orang beruntung yang menjadikan agama sebagai bahan pertimbangan utama ketika hendak Menikah.
2.    Karena Kecantikan
Saya kok ndak seberapa yakin anda sekalian mengesampingkan aspek ini ketika hendak Menikah. Malah terkadang ini yang jadi pertimbangan utama ketika memilih pasangan. Hilih jangan munafik. Saya juga sama kok. Kan kita sama-sama penganut sekte “Biar ndak ngisin-ngisini kalo pasangan diajak kondangan”. Sudah ngaku saja. Tapi ya bukan kecantikan itu saja sih yang dijadikan pertimbangan. Banyak kisahnya kok kalo casing luarnya boleh berantakan, tetapi hatinya ya sama busuknya hehe bagaikan intan berlian, cantiknya luar biasa. Ya syukur-syukur sih bisa dapat yang cantik luar dalam. Tapi siapa yang mau menolak kulit luar berduri tapi dalam lembut semacam Durian (kecuali dia emang gak suka bau durian ya meskipun tiap malem kalo belah duren pasti gak pernah absen). Tapi memang Kecantikan itu memunculkan kenyamanan yang berhadiahkan keharmonisan dalam rumah tangga.
3.    Karena Keturunan
Aspek yang ini juga memang harus dijadikan pertimbangan untuk melengkapi sebab anda sekalian Menikah dengan calon pasangan anda. Siapa juga yang mau Menikah dengan anak Genderuwo? Atau anak Wewe Gombel?(walaupun menurut riwayat banyak yg cerita itunya gede ya, ini tulisan apaan sih???) Tetapi maksud saya, bukan tidak mungkin dengan background keluarga calon pasangan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, Menikah adalah pengalaman paling indah yang anda miliki. Terlebih lagi bagi anda sekalian yang memiliki keluarga dengan orientasi dan pola pikir bahwa kedudukan keluarga anda tidak boleh Menikah dengan yang tidak setara dengan keluarga anda. Bisa hancur masa depan anda, Bung. Mau jadi perjaka sampai itu “Hadza” tidak bisa ngapa-ngapain? Sorry-sorry to say nih ya, tapi memang itu banyak kejadian loh. Makanya segera jalan-jalan ke Car Free Day atau main ke Malioboro atau kalo ndak ya melipir ngulon sitik ke Sarkem. Siapa tau Jodoh anda sedang tercecer di bawah pohon rindang. xixixi
4.     Karena Harta
Ya kita harus realistis sih ya. Kalo ndak punya harta sedikitpun ya gimana mau kasih makan pasangan kita. Itu anak orang loh, bukan anak ayam yg dikasih warna-warni trus dijual dua ribuan. Disini saya ndak bilang kalo cari calon pasangan harus yang kaya loh ya. Memang sih cita-cita saya dapat calon pasangan dia anak gadis tunggal bapaknya punya toko besar kalo ndak ya kos-kosan yang ndak mungkin enggak itu semua bakal diwariskan ke anak gadisnya seorang. Yang namanya cita-cita ya memang harus setinggi mungkin to ya. Tapi saya serius ini. Kalo anda sekalian ada kenalan dengan kriteria tersebut bolehlah dikenalin ke saya. Hehe.
Lupakan cita-cita hina tersebut. Wkwk. Maksud saya gini, Menikah karena karena harta bukan hanya berapa jumlah fisik-kasat mata-harta yang dimiliki calon pasangan anda. Tetapi harta disini adalah sesuatu yang lebih mulia dari itu semua. Anda mau punya pasangan yang hartanya melimpah namun kemampuan mengelola keuangan dan rumah tangga bahkan nol besar? Mau jadi apa keluarga anda nanti? Mau makan apa anda sekalian di masa yang akan datang? Oleh sebab itu benar sekali mbak Novia Kolopaking dalam lagunya Keluarga Cemara “Harta yang paling berharga, adalah keluarga”
5.   Karena Nafsu
Nah, ini. At last but not least. Dari empat sebab sebelumnya ini yang menjadikan Menikah akan jauh lebih sempurna. Percuma saja jika ternyata empat sebab diatas sudah terpenuhi tapi kok ternyata anda ndak nafsu sama sekali sama pasangan anda. Hyungallah. Ndak bisa bayangkan saya, sumpah. Habis Menikah trus pas mau “itu” lah kok malah ndak nafsu. Iya nek ndak nafsu makan, dikasih temulawak uda sembuh. Lah ini ndak nafsu gituan, mau dikasih jamu apa? Empedu Cobra? Yakalo memang gak nafsu sama pasangannya mau sama aja, Luuur?? Makanya sebelum terlampau jauh melangkahi tahap-tahap Menikah, seyogyanya anda sekalian nanya ini ke calon pasangan anda,
“Yankk, kamu nafsu gak sama aku? Soalnya aku nafsu nih sama kamu, kamu itu nafsuin banget loh”
Percaya sama saya, niscaya pasangan anda pasti jawab gini,
“Hilih kinthil mas, ancene kowe ae seng nafsuan!!”

Tentang Kumpulan Kata

Kata itu kumpulan huruf yang memiliki makna. Bisa memberi nama pada satu benda, bisa memberi keterangan tentang suatu perkara, atau bahkan menggambarkan apapun itu tentang rasa. Kata bukanlah satu bentuk kosong. Kata bisa berarti jauh lebih dalam lagi dari yang nampak. Lebih hebat dari yang terjadi. Lebih "lebih" dari yang terlihat biasa saja.

Ketika sebuah kata bertemu untuk kemudian padu padan dengan kata lain, sebuah kalimat telah tercipta. Memiliki kekuatan yang Dahsyat untuk memberitahu bahwa kamu bukan hanya adalah mahluk yang tidak sengaja terlahir di Dunia Fana ini. Memberitahu dunia bahwa sesungguhnya ia seharusnya berterimakasih kepadamu karena semesta telah menjadikanmu ada. Bukankah memang untukmulah sebenarnya dunia ini diciptakan? Ya!! Memang karenamu dunia ini ada.

Mungkin akulah yang dikatakan gila sebenarnya. Setiap orang yang melihatku merayakan kehadiranmu disisiku akan bergumam mengatakan aku ini senewen. Hilang akalnya karena terguncang jiwanya. Tapi ingat!! Karenamu Dunia ini ada. Karenamu duniaku tercipta. Karena sekali lagi aku tekankan, Kata bisa menggambarkan yang jauh lebih dalam dari yang terlihat. Kata bisa menunjukkan bahwa mereka hanya melihat bagian paling luar dari duniaku. Mereka tidak bisa melihat kehadiranmu jauh di dalam duniaku. Tragis!!!

Ya, memang tragis. Semua hal yang ada di dunia ini memang tragis. Tapi bukan duniaku. Bukan duniaku yang tragis. Tetapi dunia yang hanya melihat sesuatu dari bungkus paling luarnya. Dunia yang hanya dengan melihat tampak depannya sudah berani dan lancang berpendapat bahwa merekalah yang paling tentang isinya. Tragis!!!

Blog ini hanya berisi beberapa hal tidak penting yang seketika melintas dalam pikiran. Beberapa buah berpikir yang mampu dilukiskan serta digambarkan melalui Kumpulan Kata. Jangan berharap mencari manfaat isi Blog ini. Tidak ada visi sedikitpun untuk memberikan manfaat kepada orang banyak. Kalian para pembacalah yang bisa menentukan mana hal yang bermafaat untuk diri kalian. Aku selalu berdoa agar hidup kalian tidak Tragis!!

Salam,
Pejalan Sunyi