Senin, 16 April 2018

Empat Syarat Lima Sempurna untuk Menikah


Menikah adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu maka kejombloan diatas dunia harus dihapuskan. Sebab tidak sesuai dengan prikeperasaan dan prikeprihatinan. Wkwkwk

Semua orang pasti menginginkan memperoleh pasangan sesuai yang diinginkannya. Bahkan tidak sedikit mereka yang tidak hanya “ingin”, namun sudah sampai “bercita-cita” untuk Menikah (mungkin yang ini karena saking lamanya tidak bersentuhan dengan lawan jenis kali ya). Banyak yang gagal Menikah karena masih belum siap hidup berumah tangga. Banyak juga yang belum Menikah karena terhalang restu calon mertua. Atau juga ada yang tidak Menikah karena jodohnya mati sejak dalam kandungan (ini sih cuma pembenaran biar hati bisa nerima kalo emang nasibnya dia jomblo seumur hidup, xixixi). Namun faktanya memang banyak yang belum Menikah disebabkan terlalu banyak yang harus dipikirkan baik itu dari segi bibit, bebet, dan bobot calon pasangannya.

Seperti yang kita yakini dalam ajaran islam bahwa syarat Menikah itu harus ditimbang matang-matang empat aspek yang wajib dimiliki oleh calon pasangan. Bukan karena kenapa-kenapa. Tapi memang tuntunan dari Baginda Nabi Muhammad SAW adalah jika kita laki-laki ingin Menikah dengan perempuan yang kita inginkan, hendaknya kita Menikah karena empat hal. Yaitu Hartanya, Keturunanya, Kecantikannya, dan Agamanya. Kelanjutan hadits tersebut adalah maka jika kamu sekalian memilih karena agamanya, sungguh kamu adalah orang yang beruntung. Tetapi percayalah kasih, empat hal tersebut diatas jika ditarik ke zaman millennial, zaman now, niscaya beruntung saja tidak cukup. Bahkan bisa dibilang empat sebab diatas masih belum sempurna jika tidak ada sebab kelima dalam sebuah perkawinan. Hal yang kelima itu adalah “nafsu”.

-eh gimana, gimana? Kok nafsu?
Jadi Kekasih, seperti ini penjelasannya. Jerengjeenggggg.
1.     Karena Agama
Seperti yang dijelaskan dalam hadits, jika anda sekalian ingin menjadi orang yang beruntung, Menikah lah dengan kekasihmu dari agama yang sama. Tugasmu hanyalah meminta restu calon mertuamu, menyiapkan mahar, serta tetek bengek urusan perkawinan pada umumnya yang mungkin paling minimalis dan tidak boleh tidak ada dalam pesta perkawinan sesederhana apapun itu, yaitu electone beserta biduan yang harus mau menerima request lagu “Ditinggal Rabi”(Ini karena memang ditinggal Menikah itu pedih, Jenderal!!). Bayangkan jika anda-anda sekalian tidak mempertimbangkan agama calon pasangan sebelum Menikah. Mau Menikah beda agama? Berapa duit yang mau anda sekalian keluarkan? Tau sendiri negeri kita tercinta ini sedikit ribet mengenai urusan Menikah tidak satu keyakinan. Mau Menikah di luar negeri? Berapa duit yang mau anda sekalian keluarkan untuk beli tiket pesawat dan akomodasi di luar sana? Maka sungguh anda sekalian termasuk orang beruntung yang menjadikan agama sebagai bahan pertimbangan utama ketika hendak Menikah.
2.    Karena Kecantikan
Saya kok ndak seberapa yakin anda sekalian mengesampingkan aspek ini ketika hendak Menikah. Malah terkadang ini yang jadi pertimbangan utama ketika memilih pasangan. Hilih jangan munafik. Saya juga sama kok. Kan kita sama-sama penganut sekte “Biar ndak ngisin-ngisini kalo pasangan diajak kondangan”. Sudah ngaku saja. Tapi ya bukan kecantikan itu saja sih yang dijadikan pertimbangan. Banyak kisahnya kok kalo casing luarnya boleh berantakan, tetapi hatinya ya sama busuknya hehe bagaikan intan berlian, cantiknya luar biasa. Ya syukur-syukur sih bisa dapat yang cantik luar dalam. Tapi siapa yang mau menolak kulit luar berduri tapi dalam lembut semacam Durian (kecuali dia emang gak suka bau durian ya meskipun tiap malem kalo belah duren pasti gak pernah absen). Tapi memang Kecantikan itu memunculkan kenyamanan yang berhadiahkan keharmonisan dalam rumah tangga.
3.    Karena Keturunan
Aspek yang ini juga memang harus dijadikan pertimbangan untuk melengkapi sebab anda sekalian Menikah dengan calon pasangan anda. Siapa juga yang mau Menikah dengan anak Genderuwo? Atau anak Wewe Gombel?(walaupun menurut riwayat banyak yg cerita itunya gede ya, ini tulisan apaan sih???) Tetapi maksud saya, bukan tidak mungkin dengan background keluarga calon pasangan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, Menikah adalah pengalaman paling indah yang anda miliki. Terlebih lagi bagi anda sekalian yang memiliki keluarga dengan orientasi dan pola pikir bahwa kedudukan keluarga anda tidak boleh Menikah dengan yang tidak setara dengan keluarga anda. Bisa hancur masa depan anda, Bung. Mau jadi perjaka sampai itu “Hadza” tidak bisa ngapa-ngapain? Sorry-sorry to say nih ya, tapi memang itu banyak kejadian loh. Makanya segera jalan-jalan ke Car Free Day atau main ke Malioboro atau kalo ndak ya melipir ngulon sitik ke Sarkem. Siapa tau Jodoh anda sedang tercecer di bawah pohon rindang. xixixi
4.     Karena Harta
Ya kita harus realistis sih ya. Kalo ndak punya harta sedikitpun ya gimana mau kasih makan pasangan kita. Itu anak orang loh, bukan anak ayam yg dikasih warna-warni trus dijual dua ribuan. Disini saya ndak bilang kalo cari calon pasangan harus yang kaya loh ya. Memang sih cita-cita saya dapat calon pasangan dia anak gadis tunggal bapaknya punya toko besar kalo ndak ya kos-kosan yang ndak mungkin enggak itu semua bakal diwariskan ke anak gadisnya seorang. Yang namanya cita-cita ya memang harus setinggi mungkin to ya. Tapi saya serius ini. Kalo anda sekalian ada kenalan dengan kriteria tersebut bolehlah dikenalin ke saya. Hehe.
Lupakan cita-cita hina tersebut. Wkwk. Maksud saya gini, Menikah karena karena harta bukan hanya berapa jumlah fisik-kasat mata-harta yang dimiliki calon pasangan anda. Tetapi harta disini adalah sesuatu yang lebih mulia dari itu semua. Anda mau punya pasangan yang hartanya melimpah namun kemampuan mengelola keuangan dan rumah tangga bahkan nol besar? Mau jadi apa keluarga anda nanti? Mau makan apa anda sekalian di masa yang akan datang? Oleh sebab itu benar sekali mbak Novia Kolopaking dalam lagunya Keluarga Cemara “Harta yang paling berharga, adalah keluarga”
5.   Karena Nafsu
Nah, ini. At last but not least. Dari empat sebab sebelumnya ini yang menjadikan Menikah akan jauh lebih sempurna. Percuma saja jika ternyata empat sebab diatas sudah terpenuhi tapi kok ternyata anda ndak nafsu sama sekali sama pasangan anda. Hyungallah. Ndak bisa bayangkan saya, sumpah. Habis Menikah trus pas mau “itu” lah kok malah ndak nafsu. Iya nek ndak nafsu makan, dikasih temulawak uda sembuh. Lah ini ndak nafsu gituan, mau dikasih jamu apa? Empedu Cobra? Yakalo memang gak nafsu sama pasangannya mau sama aja, Luuur?? Makanya sebelum terlampau jauh melangkahi tahap-tahap Menikah, seyogyanya anda sekalian nanya ini ke calon pasangan anda,
“Yankk, kamu nafsu gak sama aku? Soalnya aku nafsu nih sama kamu, kamu itu nafsuin banget loh”
Percaya sama saya, niscaya pasangan anda pasti jawab gini,
“Hilih kinthil mas, ancene kowe ae seng nafsuan!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar