"beb, tadi aku mimpi lo. padahal ga niat mimpi kamu tapi kok bisa mimpi ya. aneh deh. hehe. yasudah jangan lupa makan ya. mau ngasih tau itu doang." ucap seorang pacar yang berusaha menyelamatkan hubungannya yang lagi diujung tanduk. entah mengapa, disadari atau tidak, akan sangat memuakkan rasanya. banyak orang pernah bilang piring porselen yang sudah pecah tidak akan bisa kembali seperti semula meskipun semaksimal mungkin kita berusaha mengembalikan utuhnya porselen tadi. samahalnya dengan hati, hati yang kecewa karena luka tidak akan sembuh dengan segera. apalagi datang dia yang membikin luka berusaha mengobati. dalam urusan hati, tidak berlaku hukum antitoxin dari bisa racun sebagai penawar gigitan ular. tidak seperti itu, kekasih, tidak. tulisan ini bukan mengenai bagaimana kita bisa menyembuhkan luka. akutu bukan seorang yang ahli dalam mengobati luka-meskipun akutu ya sedikit sering membuat luka sih-dan juga bukan tanggungjawabku mengusahakan kesembuhan lukamu. itu urusanmu dengan seluruh masalalumu.
kembali ke pembahasan awal. Berbeda lagi dengan keadaan ketika orang yang mengucapkan hal agak sedikit kurang penting itu bukan siapa-siapa, kamu pasti mada bodoh dengan apa yang diucapkannya. apa urusanmu mengurusi omongannya. apa hak anda menanyakan itu? ingat, coach itu pelatih, rose is red, violet is blue, sugar is sweet, and so are you. will you marry me? wkwkwkw. ini malah berpuisi dan bersajak. sudahlah, sudahi macak, kembali berdetak. bayangkan saja sampean sedang menunggu bus di halte depan sekolah, lalu datang orang dengan dandanan awut-awutan berkata,
"dengarkan wahai kalian anak manusia, sebentar lagi akan datang padamu masa dimana semua orang akan bingung, mau kemana kalian jika sedang bingung? sayalah kunci kebingungan anda. mari, sini. ikut saya ke surga".
yakinlah sampean semua akan masa bodoh dengan apa yang dikatakan orang itu, atau bahkan sampean juga akan tidak menggubris keberadaan orang itu. wong yang sampean tunggu jemputan gebetan eh kok yang dateng orang gila. ya sorry to say, gak penting. emang gua pikirin. jujur saja itu yang pasti sampean semua pikirkan.
tapi anehnya, kekasih. ketika sampean mendengar hal yang kurang penting itu dari gebetan sampean. entah kenapa batas toleransi sampean tiba-tiba turun. yang awalnya merasa muak, merasa masa bodoh, dan merasa gak penting, dengan sendirinya sampean bisa memaklumi hal tersebut atau bahkan merasa ketidakpentingan ucapan gebetan itu adalah hal paling membahagiakan sedunia.
"eh nduk, sepertinya hari ini kamu ndak usah nunggu kupulang. ada yang harus dibunuh siang ini" ucap seorang lelaki yang sedang duduk di bawah lampu yang mati.
"eh kok ngebunuh? dosa lo" tanya wanita yang senderan disamping sakelar lampu yang mati.
"iya, aku harus ngebunuh egoku utk terus bersamamu, pak guru BK sudah menantiku untuk menjalani detensi hari ini." jawabnya
"(apaansih. bilang aja dihukum. pake ngebunuh-ngebunuh segala. tapi kok seneng ya sama gombalannya. hmm. tuhan. semakin tumbuhkan perasaan senang ini yaa. jangan sampai dia bosan sama akuuu.)" batin wanita itu dengan sedikit membetulkan posisi duduknya. entah kurang nyaman duduk atau ada cicak berak diatasnya.
percaya atau tidak, semua itu tentang "rasa" sebenarnya. tentang "feel". rasa bagaimana sampean semua menyikapi perkataan seseorang. bagaimana sampean menganggap penting dan spesial seseorang itu sangat berpengaruh dengan bagaimana sampean mendengar dan merespon ucapan seseorang. semakin sampean punya feel sama seseorang, semakin membahagiakan ucapan-ucapannya. layaknya oase di padang pasir, ucapannya yang bahkan tidak penting adalah kebahagiaan bagimu saat mendengarnya. berbanding terbalik jika semakin anda tidak nyaman dengan keberadaan seseorang, semakin memuakkan saja apapun yang sedang diucapkannya.
ini wajar. tinggal sekarang bagaimana tugas sampean menunjukkan ekspresi ketika sampean mendengar ucapan tersebut. pilihannya ada dua. berekspresi sesuai apa yang sampean rasakan yangmana ini berarti sampean memilih untuk jujur pada diri dan dia yang berucap, atau berusaha menutupi ketidak nyamanan dengan berlaku biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa yang berarti sampean sedang berbohong padanya. kalau saya yang disuruh milih, jujur ya bingung akutu. yang pasti ini bukan salahku. salahnya sendiri bikin ga nyaman. ya rasakan azab membikin tidak nyaman, seseorang dibohongi hingga ajal menjemput. semoga saja kita semua termasuk orang-orang yang berhasil dengan perjuang kita masing-masing. TAKBIIRR!!!1!!!1!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar